Daya Tarik yang Dimiliki Pulau Kakara

 

Keindahan Pulau

Pulau cantik di seberang Tobelo ini menyimpan keindahan luar biasa yang patut untuk disaksikan secara segera oleh para wisatawan. Selain alamnya yang begitu indah dengan hamparan pasir putih menghiasi pulau, air laut di sini juga begitu bersih dan jernih sebening kristal. Membuatnya jadi perpaduan yang ciamik kala bertemu dengan warna kontras.

Air laut di Pulau Kakara Lamo condong tenang, supaya ombak slot server jepang yang sesekali datang menyapa bibir pantai seolah mempunyai kedamaian. Anda pun bisa menjajal beragam kegiatan pantai dengan nyaman dan safe dengan karakteristik air lautnya yang layaknya ini. Menariknya lagi, kala air sedang surut maka anda bisa memandang kerang kerang cantik yang muncul ke permukaan.

Gugusan pulau yang ada di depan Kota Tobelo sebetulnya beberapa besar menyimpan biota laut cantik nan menawan. Perairannya dihiasi banyak terumbu karang cantik, supaya para wisatawan yang menginginkan jalankan snorkeling dan diving diimbau untuk tidak berpijak di atas bunga karang. Sebab dikhawatirkan bisa menyebabkan kerusakan ekosistem yang ada.

Budaya yang Menarik

Tidak cuma keindahan alamnya saja yang patut untuk disimak dari Kakara Lamo. Sebab tempat ini juga miliki budaya yang menarik untuk dikulik. Sebab Pulau slot deposit qris Kakara diketahui merupakan asal mula berkembangnya budaya Hibualamo. Dimana Hibualamo sendiri dianggap sebagai simbol pemersatu bagi masyarakat Halmahera Utara.

Hibualamo merupakan nama tempat tinggal kebiasaan dari Halmahera Utara, dan diperkirakan telah ada sejak 600 th. yang lalu. Jadi secara tidak langsung, Hibualamo diprediksi telah ada sejak th. 1400-an. Secara harfiah, arti dari Hibualamo sendiri yaitu Hibua berarti tempat tinggal kebiasaan Lamo berarti besar.

Sebenarnya, suku hoana yang bermukim di Halmahera Utara sendiri tidak dulu menjelaskan bahwa tempat tinggal kebiasaan mereka bernama Hibualamo. Masyarakat Tobelo, Module, dan Pagu menyebut tempat tinggal adatnya dengan sebutan Halu. Sebutan Halu ini berarti ditinggikan, dengan ornamen berwujud motif anyaman di tiangnya dan perahu di bubungan rumah.

Sementara orang Galela menyebut tempat tinggal adatnya dengan sebutan Bangsaha, yang berasal dari kata Bangi Ma Soha atau berarti basic bangunan atau alas. Orang Tobaru miliki tempat tinggal kebiasaan dengan sebutan Halu yang berarti bertahan, dan orang Loloda juga menyebut tempat tinggal terdapatnya Halu tapi dengan arti kekuatan.

Meski mempunyai nama penyebutan yang berlainan beda, tapi arsitektur bangunannya miliki persamaan yaitu berwujud delapan sudut dengan ornamen di bubungan dan tiangnya. Istilah Hibualamo sendiri merasa muncul saat suku dari Halmahera Utara bermukim ke wilayah pesisir.

Ketika bermukim di sana, kebudayaan Halmahera Utara pun merasa berkontak dengan Kesultanan Ternate. Sehingga menurut perkiraan, tempat tinggal kebiasaan Hibualamo mendapat dampak dari Kesultanan Ternate, yang kemudian namanya berubah jadi Hibua Lamo. Selain sebagai tempat asal budaya Hibualamo, masyarakat Pulau Kakara tenar sebagai penari cakalele yang piawai.

Panorama Sunrise dan Sunset

Panorama alam yang disediakan oleh Kakara Lamo sebetulnya bisa dibilang terlalu luar biasa. Tidak cuma dikarenakan pulaunya yang muncul masih begitu alami dan asri, tapi pemandangan alam yang bisa disaksikan dari arah pulau ini juga begitu rupawan. Jika anda datang kemari, jangan lewatkan memandang pemandangan sunrise dan sunset di sini.

Terlebih dengan banyaknya spot cantik yang ada di sana, anda bisa menikmati detik detik sang fajar muncul dan menyinari dunia dan juga pemandangan tenggelamnya matahari yang menghilang di balik Gunung Dukono. Cantiknya seluruh pemandangan selanjutnya membuat banyak wisatawan menginginkan menginap di pulau supaya dapat menyaksikannya, tanpa mesti buru buru menyebrang kembali.

0/5 (0 Reviews)